Skrining PJB Jadi Pintu Masuk Layanan Jantung Anak di RSBP Batam

Batam – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menjadikan kegiatan skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) sebagai pintu masuk layanan jantung anak yang terstruktur dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan skrining PJB pada anak yang digelar lebih awal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2026 yang secara nasional dijadwalkan berlangsung pada 7–14 Februari 2026. Langkah percepatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen RSBP Batam dalam mendorong deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak.

Ketua Forum Edukasi dan Komunikasi Kardiovaskular Indonesia (FErKI) Batam, Fandi Ahmad, mengatakan penyakit jantung bawaan masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Ia menyebutkan, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar delapan kasus per 1.000 kelahiran hidup.

“Banyak kasus baru terdeteksi setelah menimbulkan keluhan. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan masa depan anak,” katanya, Senin (2/2).

Melalui skrining ini, anak-anak yang terindikasi memiliki kelainan jantung bawaan akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan serta konsultasi dengan dokter spesialis di RSBP Batam sesuai kebutuhan medis. Dengan demikian, skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan menjadi awal dari rangkaian layanan jantung anak yang terintegrasi.

Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam tetap mengedepankan pelayanan sosial dan promotif kepada masyarakat.

Menurutnya, komitmen tersebut tetap dijalankan meskipun RSBP Batam berstatus sebagai badan usaha yang diperkenankan melakukan aktivitas bisnis sesuai ketentuan yang berlaku.

“Skrining PJB ini menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, mulai dari deteksi dini, pelayanan medis yang terukur, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat dan keluarga pasien,” jelasnya.

Program tersebut sejalan dengan nilai PRIMA yang diusung RSBP Batam, yaitu Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat

Posted in Batam, Kesehatan and tagged , .