Bulog Siap Jaga Pasokan, Distribusi ke Natuna Mulai Bergulir

KEPRI – Perum Bulog Kantor Cabang Batam mulai menyalurkan beras ke wilayah Natuna sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Provinsi Kepulauan Riau.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan total beras yang dikirim mencapai 1.000 ton dan dilakukan secara bertahap sejak pekan lalu. Pada tahap awal, sekitar 250 ton telah diberangkatkan dari gudang Bulog Batam.

“Pengiriman sudah dimulai sejak minggu lalu dan dilakukan bertahap. Tahap awal sekitar 250 ton,” katanya, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, beras yang didistribusikan merupakan beras medium dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pengiriman ini juga menjadi yang pertama dilakukan langsung dari Batam ke Natuna.

Selain distribusi ke Natuna, Bulog Batam juga akan menerima tambahan pasokan beras dari luar daerah. Pengiriman dari Kalimantan dijadwalkan tiba pada 10 Februari 2026, masing-masing 100 ton untuk Batam dan Karimun.

Selanjutnya, pada sekitar 25 Februari, Bulog akan kembali mendatangkan sekitar 600 ton beras ke Batam serta 200 hingga 250 ton ke Karimun, dengan mayoritas dalam kemasan 25 kilogram. Dia menegaskan, pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan beras.

Wilayah Kepulauan Riau memiliki keterbatasan produksi

“Pada prinsipnya Bulog selalu siap. Jika ada penugasan, kami siap kapan saja, tidak hanya di Batam, tetapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Terkait penyerapan hasil panen, ia mengakui wilayah Kepulauan Riau memiliki keterbatasan produksi beras sehingga penyerapan relatif minim.

“Di Kepri hampir tidak ada penyerapan. Kalau ada, pasti kami ambil selama harga sesuai ketentuan,” katanya.

Meski demikian, Bulog tetap siap menyerap gabah atau beras petani apabila harga turun di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dari sisi ketersediaan, stok beras di Batam saat ini tercatat sekitar 4.500 ton beras medium dan 1.500 ton beras premium, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

Selain itu, sekitar 2.000 ton beras dari Pulau Jawa juga tengah dalam proses pengiriman menuju Batam. Bulog Batam bahkan telah mengusulkan penambahan stok hingga 7.000 ton guna menjaga ketersediaan hingga akhir tahun 2026.

Secara nasional, kondisi stok beras disebut dalam posisi surplus seiring musim panen yang berlangsung di sejumlah daerah. Bulog optimistis distribusi ke wilayah Batam, Karimun, dan daerah hinterland seperti Natuna dapat berjalan lancar tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.

Posted in Kepri and tagged , .