Prostitusi Resahkan Warga di Kawasan Green Coast Tiban Centre, Sekupang Batam

Batam – Aktivitas prostitusi yang diduga berlangsung di kawasan Green Coast, tepatnya di sekitar Tiban Centre, Kecamatan Sekupang, menuai keresahan dari masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Minggu (29/3) dan keterangan warga, aktivitas tersebut disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan cenderung semakin terbuka dalam beberapa bulan terakhir. Pada malam hari, sejumlah individu yang diduga menawarkan jasa kerap terlihat berada di titik-titik tertentu di kawasan tersebut, termasuk di area yang berdekatan dengan akses jalan utama dan pusat aktivitas masyarakat.

Warga menilai kondisi ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman, khususnya bagi keluarga yang tinggal di sekitar lokasi. “Kami sangat khawatir, apalagi ini dekat dengan pemukiman, tempat usaha, dan kawasan pendidikan. Takutnya berdampak buruk bagi anak-anak dan remaja,” ujar Ramiyati, 45, salah seorang warga.

Tidak jauh dari Batam Tourism Polytechnic

Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat mengingat lokasi tersebut berada tidak jauh dari Batam Tourism Polytechnic. Kedekatan dengan lingkungan pendidikan dinilai dapat memberikan pengaruh negatif terhadap mahasiswa maupun generasi muda yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Tokoh pemuda setempat, Afrijal, menegaskan bahwa kondisi ini perlu segera mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Menurutnya, pembiaran terhadap aktivitas tersebut dapat merusak citra lingkungan sekaligus menurunkan kualitas sosial masyarakat.

“Ini sangat memprihatinkan karena lokasinya berdekatan dengan kampus dan pemukiman warga. Kami khawatir hal ini bisa mencoreng citra kawasan serta berdampak pada generasi muda. Jangan sampai ini dianggap hal biasa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, namun tetap memerlukan dukungan penuh dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain berdampak secara sosial, warga juga mengaitkan aktivitas prostitusi tersebut dengan potensi meningkatnya tindak kriminalitas, seperti peredaran minuman keras, narkoba, hingga tindakan premanisme di sekitar lokasi. Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat akan keamanan lingkungan mereka.

Menindaklanjuti laporan yang berkembang

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Lukman Rifai, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa MUI tidak akan tinggal diam terhadap persoalan yang berpotensi merusak moral dan ketertiban sosial.

“Saya saat ini sedang di kampung halaman, kami akan segera menyelidiki dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menindaklanjuti laporan ini. Kami berharap ada langkah tegas agar kondisi ini tidak berlarut-larut,” kata dia.

Menurutnya, selain penindakan, pendekatan preventif dan pembinaan juga perlu dilakukan agar permasalahan sosial seperti ini dapat diselesaikan dari akar penyebabnya.

Warga dan tokoh masyarakat setempat pun mendesak adanya patroli rutin dari aparat keamanan, serta koordinasi lintas instansi guna menutup celah praktik prostitusi di wilayah tersebut. Mereka berharap langkah yang diambil tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu respons konkret dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Warga berharap kawasan Green Coast dan sekitarnya dapat kembali menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Posted in Batam and tagged , .