Antisipasi Lonjakan Aktivitas Masyarakat, Pertamina Perkuat Distribusi BBM dan LPG di Batam–Kepri

Kepri – Peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) menjadi perhatian PT Pertamina Patra Niaga sepanjang 2025. Sebagai daerah kepulauan dengan karakter distribusi yang menantang, kesiapan pasokan energi menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Batam, Hanif Pradipta Nur Shalih, mengatakan bahwa Pertamina telah melakukan pemetaan kebutuhan energi masyarakat sejak awal tahun. Hasilnya, realisasi penyaluran BBM subsidi maupun non-subsidi hingga saat ini menunjukkan tren yang stabil dan terkendali.

Di wilayah Batam, penyaluran Biosolar sepanjang 2025 tercatat mencapai 147.601 kiloliter, sementara Pertalite berada di angka 339.317 kiloliter. Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas transportasi dan distribusi barang di kawasan industri dan perdagangan.

Sementara itu, di wilayah Kepulauan Riau, penyaluran Biosolar tercatat sebesar 55.355 kiloliter dan Pertalite mencapai 261.057 kiloliter. Distribusi di wilayah ini memerlukan pengelolaan khusus mengingat kondisi geografis kepulauan yang bergantung pada jalur laut dan cuaca.

“Secara umum, stok BBM dan LPG di Batam dan Kepulauan Riau berada dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, kami tidak berhenti pada kondisi aman saja, melainkan terus memperkuat strategi distribusi,” katanya, Selasa (27/1).

Strategi tersebut menjadi semakin penting menjelang momen hari besar keagamaan dan nasional seperti Imlek dan Idulfitri. Pada periode-periode tersebut, terjadi peningkatan aktivitas ekonomi, arus perjalanan masyarakat, serta konsumsi energi rumah tangga.

Hanif menjelaskan, selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, konsumsi LPG tercatat meningkat sekitar 6 persen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya aktivitas rumah tangga, usaha kuliner, serta sektor UMKM.

Di sisi lain, konsumsi BBM jenis gasoline dan gasoil relatif stabil dengan kenaikan sekitar 2 persen. Meski tidak signifikan, Pertamina Patra Niaga tetap melakukan penyesuaian penyaluran sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi gangguan pasokan.

“Penyesuaian distribusi kami lakukan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dengan demikian, pasokan energi tetap terjaga meskipun terjadi lonjakan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi di Batam dan Kepulauan Riau, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sepanjang tahun 2025.

Posted in Batam and tagged , , , .

Orang Biasa - Journalists Association Member – Riau Islands Province · Senior Lecturer · Senior Correspondent.