“Stairway to Heaven” adalah sebuah karya emas dari Led Zeppelin yang terlahir dari kolaborasi Jimmy Page dan Robert Plant pada sekitar tahun 1970-1971.
Proses kreatifnya dimulai di Bron-Yr-Aur, Wales – sebuah tempat terpencil yang penuh inspirasi dan rampung di Headley Grange. Page butuh waktu lama untuk menyusun dan menyempurnakan musik untuk lagu ini.
Dia benar-benar ingin lagu ini punya dinamika yang naik perlahan-lahan, seperti Bolero karya Ravel. Sementara itu, Plant menulis sebagian besar liriknya secara spontan, duduk di dekat perapian di Headley Grange, terinspirasi oleh bacaan-bacaannya tentang literatur Celtic dan esoterik abad ke-19.
Lirik “Stairway to Heaven” sering dianggap sebagai sindiran terhadap materialisme. Lagu ini berbicara soal perjalanan spiritual, keindahan alam, dan bahaya mengejar hal-hal yang kosong atau sesuatu yang hampa.
Tokoh “wanita” dalam lagu ini percaya bahwa dia bisa “membeli jalan ke surga” – sebuah gambaran tentang keserakahan dan keegoisan. Ada juga sosok “piper” di liriknya, sering dilihat sebagai figur mistis yang mengajak orang mengambil jalan hidup yang lebih baik atau jalan yang benar dan terkadang jadi kontras berlawanan dengan jalan pintas si wanita yang cuma mementingkan harta.
Page merekam solo gitar lagu ini, yang sekarang legendaris, di Island Studios. Lagu ini pun jadi bagian penting dari album Led Zeppelin IV. Bagi para pendengar dan fans Led Zeppelin, lagu “Stairway to Heaven” terasa seperti sebuah perjalanan yang ada keajaiban alam, ada hubungannya dengan dunia sekitar, sesuatu makna mendalam yang pernah Robert Plant sebut di tahun-tahun berikutnya.
Liriknya juga bermain-main dengan makna ganda – “kata-kata punya dua arti”. Setiap orang bisa dapat pengalaman dan tafsir yang berbeda makna pada lagu ini. Kadang samar, kadang terasa seperti undangan naik ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

