Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali melaporkan hasil yang menggembirakan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada 9 Januari 2025. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa perekonomian Batam menunjukkan tren yang sangat positif dalam lima tahun terakhir.
Setelah sempat merosot pada 2021 dengan angka 4,75 persen, Batam berhasil mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni 7,04 persen di tahun 2023.
Investasi dan Surplus Neraca Perdagangan
Tak hanya itu, Batam juga mencatatkan angka yang fantastis di sektor investasi. Pada 2024, realisasi investasi Batam mencapai Rp 43,26 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar 108,15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Batam masih menjadi kawasan yang menarik bagi para investor. Selain itu, surplus neraca perdagangan Batam juga tercatat sebesar USD 6,82 miliar, sementara sektor pariwisata Batam berhasil mendatangkan 1,32 juta wisatawan sepanjang tahun yang sama.
Rencana Pengembangan Infrastruktur untuk Mendorong Ekonomi
Untuk menjaga momentum ini, BP Batam telah merancang berbagai proyek infrastruktur besar yang akan memperkuat daya saing Batam. Rencana kerja untuk tahun 2026 mencakup pembangunan di berbagai sektor penting, seperti:
Konektivitas Darat: Pembangunan jalan arteri dan flyover untuk meningkatkan aksesibilitas ke kawasan industri.
Konektivitas Laut: Revitalisasi dermaga Batu Ampar dan peningkatan kapasitas container yard untuk mendukung sektor logistik.
Konektivitas Udara: Pengembangan fasilitas bandara, termasuk pembangunan jalan akses kargo baru dan perimeter bandara.
Kesehatan: Peningkatan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Batam, serta penambahan peralatan medis untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Kebutuhan Anggaran dan Dukungan dari DPR RI
Namun, untuk merealisasikan rencana-rencana tersebut, BP Batam membutuhkan tambahan anggaran yang signifikan. Amsakar mengungkapkan bahwa BP Batam memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 2,880 triliun dari pemerintah pusat untuk mendukung program pengembangan tersebut. Meskipun selama dua tahun terakhir pembiayaan Batam bergantung pada PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), ke depannya Batam membutuhkan dukungan anggaran dari APBN agar pembangunan infrastruktur bisa berjalan sesuai dengan rencana.
Tantangan dan Ambisi untuk Mencapai Target Ekonomi Nasional
Amsakar menegaskan bahwa Batam harus dapat mencatatkan pertumbuhan ekonomi minimal 10 persen per tahun untuk berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang ditetapkan dalam RPJMN 2025-2029. Ini menjadi tantangan besar, namun Batam memiliki potensi yang sangat besar, terutama dalam sektor industri dan investasi.
Batam dan RPJMN 2025-2029: Pilar Ekonomi Nasional
Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Batam diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Rencana pengembangan infrastruktur yang disiapkan oleh BP Batam tidak hanya akan memperkuat daya saing Batam, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
Kesimpulan:
Batam berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Indonesia. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, dan sektor swasta, serta dengan adanya pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, Batam dapat mengatasi tantangan yang ada dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia di masa depan

