Batam – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam memilih memaknai pergantian tahun dengan cara berbeda. Alih-alih menggelar perayaan meriah, Pemko Batam mengalihkan momentum tahun baru menjadi gerakan solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah Sumatera yang tengah dilanda bencana alam. Pemko Batam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat bahwa euforia pergantian tahun lebih bermakna jika diwujudkan dalam aksi nyata membantu sesama.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa langkah ini merupakan komitmen moral pemerintah daerah untuk hadir di tengah situasi duka yang dialami saudara-saudara di daerah terdampak.
“Biasanya pergantian tahun identik dengan musik dan kembang api. Namun, kali ini kami berketetapan hati untuk mengalihkan euforia tersebut menjadi solidaritas kemanusiaan bagi saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” katanya, Minggu (4/1).
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Pemkot Batam mematangkan persiapan penyaluran bantuan kemanusiaan yang akan diserahkan langsung ke daerah terdampak pada 8–10 Januari 2026. Penyerahan bantuan rencananya dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta didampingi unsur Forkopimda Kota Batam.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan bahwa Pemkot Batam memastikan seluruh bantuan disalurkan secara tertib, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Hal itu dibahas secara rinci dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (2/1).
“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Batam. Pemerintah hadir untuk memastikan bantuan tersebut disampaikan langsung kepada pihak berwenang di daerah terdampak agar benar-benar bermanfaat,” kata dia.
Gerakan solidaritas ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. Selain bantuan dari Pemkot Batam sebesar Rp7,5 miliar, partisipasi masyarakat berhasil menghimpun donasi sebesar Rp4.589.074.911. Dukungan juga datang dari PLN Batam dengan kontribusi senilai Rp2,5 miliar.
Secara keseluruhan, dana solidaritas yang terkumpul hampir mencapai Rp15 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu pemulihan dan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Melalui langkah ini, Pemkot Batam menegaskan bahwa awal tahun tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan, melainkan dapat dimaknai sebagai momentum memperkuat empati, persatuan, dan kepedulian sosial. (rak)

