Batam – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam sepanjang 2025 menunjukkan fluktuasi dari bulan ke bulan. Meski demikian, secara keseluruhan tren kunjungan tetap tumbuh positif dan mengindikasikan pemulihan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah kunjungan wisman selama periode Januari hingga Oktober 2025 tercatat mencapai 1.290.010 kunjungan. Angka ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan dinamika kunjungan bulanan merupakan hal yang wajar dalam industri pariwisata, terutama dipengaruhi oleh musim liburan, agenda event, serta kondisi regional.
“Memang terjadi fluktuasi setiap bulan, namun jika dilihat secara kumulatif, trennya tetap meningkat. Ini menunjukkan pariwisata Batam berada pada jalur pertumbuhan yang sehat,” katanya kepada Media Indonesia, Kamis (31/12).
Secara rinci, jumlah kunjungan wisman per bulan tercatat Januari sebanyak 124.481 kunjungan, Februari 104.684 kunjungan, Maret 100.279 kunjungan, April 100.442 kunjungan, Mei 140.831 kunjungan, dan Juni mencapai puncaknya dengan 167.469 kunjungan. Selanjutnya, Juli tercatat 123.526 kunjungan, Agustus 146.897 kunjungan, September 141.958 kunjungan, dan Oktober 139.443 kunjungan.
Pada Oktober 2025, jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan tipis sebesar 1,77 persen dibandingkan September 2025. Namun, penurunan tersebut dinilai tidak signifikan dan tidak memengaruhi tren pertumbuhan secara tahunan.
“Penurunan kecil di satu bulan tidak serta-merta menjadi indikator melemahnya pariwisata. Justru secara total, capaian hingga Oktober sudah sangat baik,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Batam optimistis target 1,5 juta kunjungan wisman hingga akhir 2025 masih sangat realistis untuk dicapai, terutama dengan dukungan aksesibilitas, infrastruktur, serta beragam daya tarik wisata yang dimiliki Batam.
BPS juga mencatat Singapura masih menjadi kontributor terbesar kunjungan wisman ke Batam pada Oktober 2025 dengan porsi 48,11 persen, disusul Malaysia sebesar 26,01 persen, kemudian Cina, India, dan Filipina.
Selain itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada Oktober 2025 tercatat 53,45 persen, naik 1,35 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu berada di angka 1,96 malam, mencerminkan aktivitas wisata yang tetap terjaga.
Ke depan, Pemkot Batam bersama pelaku industri pariwisata akan terus memperkuat kualitas layanan, memperbanyak agenda event, serta mengembangkan atraksi seni dan budaya guna menjaga momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan.
“Pariwisata memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya menjaga tren positif ini agar Batam tetap menjadi destinasi unggulan wisman,” tambahnya

