Batam – Warga di Batam mengeluhkan kenaikan harga garam konsumsi yang terjadi di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini dinilai semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah tekanan inflasi yang masih terasa sejak awal tahun.
Pantauan di Pasar Batuaji menunjukkan harga garam halus mengalami kenaikan dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp2.000 per kilogram pada akhir Februari 2026. Pedagang menyebutkan, kenaikan tersebut dipicu oleh terganggunya pasokan akibat cuaca buruk yang memengaruhi produksi garam nasional.
“Pasokan agak tersendat, jadi harga naik sedikit demi sedikit,” ujar Yanto, 32, salah seorang pedagang sembako di Batu Aji, Batam, Jumat (10/4).
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Tiban Center. Warga mengaku harga bahan pokok, termasuk garam, belum stabil pasca kenaikan harga yang terjadi sejak awal tahun.
Seorang ibu rumah tangga di kawasan Batuaji Nora, 33, mengatakan kenaikan harga garam memang terlihat kecil, namun tetap berdampak pada pengeluaran harian. “Kalau cuma satu barang mungkin tidak terasa, tapi hampir semua kebutuhan naik. Jadi total belanja jadi lebih besar,” katanya.
Kenaikan harga bahan pokok naik bertahap
Keluhan juga datang dari warga lainnya yang menilai kenaikan harga bahan pokok terjadi secara bertahap. “Naiknya tidak langsung tinggi, tapi sering. Itu yang bikin berat,” ujarnya.
Tak hanya rumah tangga, pelaku usaha kecil juga ikut merasakan dampaknya. Pedagang makanan, khususnya olahan laut khas Batam, mengaku harus menyesuaikan biaya produksi. Namun, mereka belum berani menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Untuk sementara kami kurangi keuntungan dulu. Kalau harga dinaikkan, takut pembeli berkurang,” kata Amin, 44, seorang pedagang di kawasan Sekupang.
Kenaikan harga garam menjadi perhatian karena komoditas ini merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir setiap hari, terutama di daerah pesisir seperti Batam yang dikenal dengan ragam kuliner lautnya.
Sejumlah warga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran. Mereka juga meminta adanya pengawasan distribusi agar tidak terjadi kelangkaan yang berkepanjangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu Darmatin, belum memberikan keterangan resmi terkait kenaikan harga tersebut. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.
Hingga saat ini, harga garam halus di sejumlah pasar tradisional tercatat mencapai Rp2.300 per bungkus, sementara garam kasar berada di kisaran Rp5.800 per bungkus. Warga berharap pemerintah dapat segera mengendalikan harga agar tidak terus membebani masyarakat.

