Batam – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengungkapkan bahwa fenomena konvergensi angin menjadi penyebab utama meningkatnya potensi hujan di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Senin (6/4).
Konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar wilayah Kepri memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di hampir seluruh daerah. Kondisi ini membuat sebagian wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga disertai petir dan angin kencang.
“Konvergensi angin di sekitar wilayah Kepri menyebabkan penumpukan massa udara yang kemudian memicu pertumbuhan awan-awan hujan secara signifikan,” ujar prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi akumulasi curah hujan harian yang dapat mencapai kategori sedang, yakni sekitar 20 hingga 50 milimeter per hari. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga.
Waspada terhadap potensi hujan
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari,” lanjutnya.
Berdasarkan pengamatan BMKG, hujan ringan telah terjadi sejak pagi hari di sebagian besar wilayah Kepri. Intensitas hujan diprakirakan meningkat pada siang hari, terutama di Batam dan sekitarnya, sebelum berangsur mereda pada malam hari.
Untuk wilayah Karimun, hujan ringan diprediksi berlangsung sejak pagi hingga siang hari, kemudian kondisi berawan tebal pada malam hari dan berpotensi kembali hujan pada dini hari. Sementara itu, wilayah Natuna diprakirakan berawan pada pagi hari dan berpotensi hujan pada siang hari. Adapun Anambas secara umum diprediksi berawan sepanjang hari.
Secara umum, suhu udara di wilayah Kepulauan Riau berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius. Angin bertiup dominan dari arah selatan dengan kecepatan mencapai 17 kilometer per jam.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan serta sektor pelayaran dan penerbangan, untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan cuaca akibat peningkatan kecepatan angin dan penurunan jarak pandang saat hujan.

