Batam – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, arus mudik dari Kota Batam mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Ribuan warga terlihat memadati pelabuhan dan bandara untuk kembali ke kampung halaman mereka.
Berdasarkan data terbaru dari BP Batam dan Pemkot Batam, sedikitnya 43.791 orang tercatat telah meninggalkan Batam melalui pelabuhan domestik dalam periode 13 hingga 16 Maret 2026. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring mendekatnya puncak arus mudik.
Selain itu, dari layanan kapal penumpang, tercatat lebih dari 11 ribu pemudik telah berangkat hingga beberapa hari sebelum Lebaran. Tujuan utama para pemudik didominasi oleh wilayah Sumatera seperti Medan, Padang, dan berbagai daerah di Pulau Jawa.
Fenomena ini bukan hal baru bagi Batam. Sebagai kota industri yang dihuni oleh banyak pekerja dari luar daerah, sebagian besar penduduknya merupakan perantau. Setiap tahun, tradisi mudik menyebabkan kota ini mengalami penurunan aktivitas yang cukup drastis.
Sejumlah kawasan yang biasanya padat, seperti pusat perbelanjaan dan jalan utama, mulai terlihat lengang. Beberapa pelaku usaha juga memilih menutup sementara operasional mereka selama libur Lebaran.
Petugas dari ASDP Indonesia Ferry menyampaikan bahwa lonjakan penumpang sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir menjelang Lebaran.
Lonjakan mulai H-10 dan terus meningkat mendekati puncak
“Terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang dibanding hari biasa. Kami mencatat lonjakan mulai H-10 dan terus meningkat mendekati puncak arus mudik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak ASDP telah menambah jadwal keberangkatan kapal serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kami telah menambah jadwal keberangkatan kapal serta meningkatkan koordinasi dengan pihak pelabuhan dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik,” katanya.
ASDP juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk membeli tiket lebih awal dan datang sesuai jadwal keberangkatan.
“Kami mengimbau pemudik agar tidak menunda keberangkatan hingga puncak arus, guna menghindari kepadatan di pelabuhan,” tambahnya.
Meski terjadi penurunan aktivitas, kondisi ini juga memberi suasana berbeda bagi warga yang tidak mudik. Kota menjadi lebih lengang dan nyaman, terutama di jalan-jalan utama yang biasanya dipadati kendaraan.
Diperkirakan, total jumlah warga yang meninggalkan Batam hingga puncak arus mudik tahun ini dapat mencapai ratusan ribu orang, jika dihitung dari seluruh moda transportasi.

