Batam – Suhu udara di Batam pada Rabu (4/3/2026) mencapai 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 65 persen. Kondisi panas dan lembap ini membuat udara terasa lebih gerah, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Selain panas terik, cuaca juga cenderung berawan dengan potensi hujan lokal pada siang hingga sore hari. Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan udara tersebut meningkatkan risiko dehidrasi serta kelelahan akibat paparan panas (heat exhaustion).
Petugas Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, Andri, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kesehatan akibat cuaca panas.
“Dengan suhu yang mencapai 31 derajat dan kelembapan cukup tinggi, masyarakat perlu menjaga asupan cairan tubuh. Jangan menunggu haus untuk minum,” ujar Suratman, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, indeks ultraviolet (UV) pada tengah hari diperkirakan berada pada kategori tinggi. Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat memicu gangguan kesehatan seperti pusing, lemas, hingga dehidrasi.
Jaga Kondisi Pekerja Lapangan
BMKG mengimbau warga yang bekerja di lapangan, seperti pekerja proyek, pengemudi ojek, kurir, maupun pedagang kaki lima, untuk menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung dan mengenakan pakaian yang menyerap keringat.
Selain itu, masyarakat disarankan mengatur waktu aktivitas luar ruang pada pagi hari atau menjelang sore ketika suhu mulai menurun. Istirahat secara berkala di tempat teduh juga dianjurkan guna mencegah tubuh kehilangan cairan secara berlebihan.
Di sisi lain, potensi hujan disertai petir pada sore hari tetap perlu diwaspadai. Perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dapat memengaruhi kondisi fisik, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terkini dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima di tengah cuaca panas yang melanda Batam

