Kelembapan Rendah, Pertumbuhan Awan Hujan di Kepri Terhambat

KEPRI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut rendahnya kelembapan udara di lapisan atas atmosfer menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Kondisi tersebut menyebabkan potensi hujan meluas relatif kecil dan cuaca didominasi berawan hingga cerah berawan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menjelaskan, terbatasnya suplai uap air membuat pembentukan awan konvektif tidak berkembang signifikan.

“Secara umum kondisi atmosfer di Kepri kurang mendukung pembentukan awan hujan yang intens. Karena itu, potensi hujan yang terjadi cenderung bersifat lokal dan ringan,” ujar prakirawan BMKG, Minggu (1/3).

BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan masih berpeluang terjadi pada siang hingga sore hari akibat pemanasan permukaan. Selain itu, hujan ringan juga dapat muncul pada dini hari di sejumlah titik secara sporadis.

Periode Peralihan Musim KEPRI

Menurutnya, kondisi ini masih tergolong normal, terutama pada periode peralihan musim, ketika distribusi awan dan hujan tidak merata di setiap wilayah.

Dari sisi kelautan, tinggi gelombang di perairan Kepri umumnya berada pada kategori rendah hingga tenang. Angin bertiup dari arah utara dan barat laut dengan kecepatan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap memantau perkembangan cuaca terkini. Meski belum ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan, perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, terutama di wilayah perairan terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG memastikan kondisi cuaca di Kepulauan Riau masih dalam kategori aman dan terkendali. Hendri Kremer/HK

Caption: Awan tebal menyelimuti langit wilayah pesisir Kepulauan Riau, Minggu (1/3). Rendahnya kelembapan udara di lapisan atas menyebabkan pertumbuhan awan hujan tidak signifikan, meski hujan ringan masih berpotensi terjadi secara lokal.

Posted in Batam and tagged , .