Batam – Ketua distributor sembako Batam, Ariyanto, mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok. Jika harga masih berada dalam batas HET, distributor akan menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi distribusi dan pasokan.
Namun, jika ditemukan lonjakan harga di atas ketentuan, mereka akan turun langsung melakukan pengawasan. “Kami akan rapat jika harga masih sesuai HET. Tetapi kalau sudah melewati ketentuan, tentu kami akan turun tangan,” katanya, Selasa (24/2).
Adapun HET yang berlaku di Batam untuk komoditas utama yakni beras premium Rp15.400 per kilogram dan beras medium Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, mengacu pada ketetapan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk wilayah Kepulauan Riau, harga acuan meliputi beras premium Rp15.400 per kilogram, beras medium Rp13.100 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp17.500 per liter, serta gula konsumsi Rp15.700 per kilogram.
Berdasarkan data harian pada sistem INBOK Disperindag Kepri per 24 Februari 2026, harga rata-rata sejumlah komoditas di Batam tercatat masih berfluktuasi.
Pada pertengahan Februari, cabai rawit merah berada di kisaran Rp70.000–Rp80.000 per kilogram, cabai merah Rp60.000–Rp70.000 per kilogram, cabai hijau sekitar Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp37.000–Rp38.000 per kilogram, daging sapi beku Rp115.000 per kilogram, serta ayam potong segar Rp44.000–Rp45.000 per kilogram, dalam praktik terdapat selisih 2-5%.
Sebagai gambaran, HET beras premium di Batam sebesar Rp15.400 per kilogram. Jika terjadi selisih 2 persen, maka kenaikannya sekitar Rp300 per kilogram. Sementara pada selisih 4 persen, kenaikannya sekitar Rp600 per kilogram.
Dengan demikian, harga beras premium di kisaran Rp15.700 hingga Rp16.000 per kilogram masih berada di rentang 2–4 persen di atas HET.
Untuk beras medium yang di Batam mengacu pada Rp14.000 per kilogram, selisih 2 persen setara sekitar Rp280 per kilogram dan 4 persen sekitar Rp560 per kilogram. Artinya, harga di kisaran Rp14.300 hingga Rp14.560 per kilogram masih dalam rentang kenaikan tipis.
Sementara itu, minyak goreng kemasan dengan acuan Rp17.500 per liter memiliki selisih sekitar Rp350 pada kenaikan 2 persen dan Rp700 pada kenaikan 4 persen.
Adapun gula konsumsi dengan acuan Rp15.700 per kilogram memiliki selisih sekitar Rp315 pada 2 persen dan Rp630 pada 4 persen.
Mengacu pada ketetapan Badan Pangan Nasional (Bapanas), HET sejumlah komoditas tersebut memang menjadi batas atas harga jual. Namun di lapangan, distributor menilai selisih tipis beberapa ratus rupiah masih kerap terjadi akibat biaya distribusi dan dinamika pasokan.
Distributor memastikan pasokan bahan pokok sejauh ini dalam kondisi aman. Namun, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah spekulasi dan lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Suhar, belum memberikan tanggapan terkait pernyataan distributor maupun perkembangan harga terkini di pasaran.
Distributor berharap stabilitas harga tetap terjaga seiring upaya pemerintah mengendalikan inflasi pangan di daerah

