Batam – Memasuki hari kelima Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Batam terpantau mengalami kenaikan rata-rata sekitar 2 persen.
Kenaikan terjadi pada komoditas utama seperti bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir—bahan yang paling banyak digunakan selama bulan puasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan Senin (23/2) di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Mitra Raya, Pasar Botania, dan Pasar Sagulung, harga bawang putih kini berada di kisaran Rp40.800 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan naik dari Rp18.000 menjadi Rp18.360 per liter, sementara gula pasir bergerak dari Rp17.000 menjadi sekitar Rp17.340 per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan sudah mulai terlihat sejak menjelang Ramadan dan berlanjut hingga pekan pertama puasa. Fitri (45), pedagang sembako di Pasar Sagulung, mengatakan lonjakan permintaan menjadi salah satu faktor.
“Biasanya awal puasa permintaan naik, terutama gula dan minyak. Kami ambil barang dari agen sudah naik duluan. Jadi mau tidak mau harga jual ikut menyesuaikan,” ujarnya.
Menurut dia, meskipun kenaikan hanya sekitar 2 persen, dampaknya tetap terasa. “Pembeli sekarang lebih hemat. Ada yang biasanya beli banyak untuk stok seminggu, sekarang beli secukupnya saja,” tambahnya.
Di sisi konsumen, tekanan mulai dirasakan karena kebutuhan rumah tangga selama Ramadan cenderung meningkat. Ita (34), ibu rumah tangga di Batam, mengaku pengeluaran dapur bertambah sejak awal puasa.
“Awal puasa biasanya masak lebih banyak untuk sahur dan berbuka. Kalau harga bahan naik, otomatis belanja ikut naik. Sekarang harus lebih pintar atur uang,” katanya.
Hal senada disampaikan Amal (41), pekerja swasta yang mengaku khawatir harga akan terus bergerak naik hingga pertengahan Ramadan. “Kalau awal puasa sudah naik, takutnya nanti makin tinggi. Apalagi kalau mendekati Lebaran,” ujarnya.
Kenaikan harga juga berdampak pada penjual takjil yang mulai ramai sejak sore hari. Rini (38), penjual kolak dan gorengan di kawasan Sagulung, mengatakan harga gula dan minyak sangat berpengaruh terhadap modal usahanya.
“Gula dan minyak itu bahan utama. Kalau naik, keuntungan jadi lebih tipis. Harga jual tidak bisa langsung dinaikkan karena pembeli juga sedang menghemat,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan harga selama Ramadan. Pegawai Disperindag Kota Batam yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan stok bahan pokok masih aman dan kenaikan saat ini dinilai masih dalam batas wajar.
“Kami rutin turun ke pasar untuk memastikan harga dan ketersediaan barang. Jika terjadi lonjakan signifikan, kami akan lakukan intervensi melalui operasi pasar,” katanya.
Memasuki hari kelima puasa, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tidak kembali merangkak naik agar daya beli tetap terjaga hingga Idulfitri mendatang.

