Ekonomi Batam Menghangat Jelang Ramadan, Harga Pangan Naik, Pemerintah Gelar Pasar Murah

BBatam – Menjelang Ramadan 2026, geliat perekonomian di Kota Batam mulai menguat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, meski di sisi lain harga sejumlah bahan pangan merangkak naik di pasar tradisional.

Pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, dan Bank Indonesia menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga daya beli dan stabilitas harga di tengah lonjakan kebutuhan jelang bulan suci.

Pantauan di beberapa pasar seperti Botania 1, Mitra Raya, dan Tos 3000 menunjukkan kenaikan harga pada komoditas utama, terutama ayam potong, cabai, dan bawang.

Ayam potong segar dijual di kisaran Rp44.000–45.000 per kilogram, cabai rawit sekitar Rp85.000 per kilogram, cabai merah Rp75.000–80.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan bawang merah Rp38.000 per kilogram.

Pedagang menyebut kenaikan disebabkan tingginya harga dari distributor serta pasokan yang terpengaruh kondisi cuaca dan distribusi dari luar daerah.

Meski demikian, pasokan beras di Batam dinilai dalam kondisi aman. Data terbaru menunjukkan stok beras di kota ini surplus sekitar 961 ton dibandingkan kebutuhan yang mencapai sekitar 9.288 ton menjelang Ramadan 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengimbau masyarakat di Kepulauan Riau, termasuk Batam, agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong guna mencegah tekanan tambahan pada harga.

Untuk menahan laju kenaikan harga dan membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, Pemerintah Kota Batam menggelar pasar sembako murah di sejumlah kecamatan. Kegiatan ini menyediakan beragam bahan pokok dengan harga di bawah pasar, dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Februari 2026 sebagai antisipasi awal sebelum masuk ke bulan Ramadan.

Dari sisi sistem keuangan, Bank Indonesia perwakilan setempat menyiapkan tambahan likuiditas untuk menghadapi kenaikan transaksi tunai dan non-tunai selama Ramadan dan Idulfitri.

BI menegaskan kesiapan penyediaan uang kartal dalam jumlah yang cukup dan dalam kondisi layak edar bagi perbankan dan masyarakat di Batam.

Di saat yang sama, konsumsi energi juga diperkirakan tumbuh; konsumsi gas bumi diproyeksikan naik sekitar 3 persen selama Ramadan 2026 seiring meningkatnya aktivitas memasak rumah tangga dan usaha kuliner.

Secara makro, kondisi ini ditopang oleh fundamental ekonomi Batam yang masih kuat. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 tercatat sekitar 6,89 persen year-on-year, dengan dukungan utama dari investasi, industri pengolahan, perdagangan, dan logistik.

Realisasi investasi yang meroket hingga puluhan triliun rupiah turut menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan memperkuat daya beli masyarakat, sehingga momentum Ramadan diperkirakan kembali menjadi salah satu pendorong aktivitas ekonomi kota ini.

Posted in Batam and tagged , , .