Jelang Ramadan, Harga Ayam dan Cabai di Batam Merangkak Naik, Berpotensi Picu Inflasi

Batam – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Batam mulai merangkak naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas daging ayam potong dan cabai di sejumlah pasar tradisional.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia Rabu (18/2) pagi, di Pasar Botania 1, harga ayam potong segar berada di kisaran Rp44.000–Rp45.000 per kilogram. Harga serupa juga terpantau di Pasar Mitra Raya dan Pasar Tos 3000.

Suryadi, 45, pedagang ayam di Pasar Botania 1, mengatakan kenaikan terjadi di tingkat distributor sehingga pedagang eceran harus menyesuaikan harga jual.

“Modal dari agen sudah naik. Kami ambilnya di atas Rp40 ribu per kilogram. Kalau jual Rp45 ribu itu margin tidak besar. Tapi kalau tidak ikut naik, kami rugi,” katanya.

Menurut dia, pasokan ayam dalam beberapa hari terakhir tidak sebanyak biasanya, sementara permintaan mulai meningkat menjelang bulan puasa.

“Stok ada, tapi tidak longgar. Biasanya mendekati Ramadan pembeli makin ramai,” ujarnya.

Sementara itu, di Pasar Mitra Raya dan Pasar Tos 3000, harga cabai merah tercatat di kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Cabai rawit bahkan menyentuh Rp85.000 per kilogram.

Lina, 38, pedagang sembako di Pasar Mitra Raya, menyebut pasokan cabai dari luar daerah menjadi faktor utama fluktuasi harga.

“Kalau pasokan terlambat sedikit saja, harga langsung naik. Pembeli sekarang banyak yang mengurangi jumlah belanja,” katanya.

Untuk komoditas lain, bawang merah dijual sekitar Rp38.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram. Beras premium dan minyak goreng terpantau relatif stabil dibandingkan awal Februari.

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menyatakan terus memantau harga dan distribusi bahan pokok di pasar-pasar tradisional.

Secara terpisah, pengamat ekonomi menilai kenaikan harga pangan menjelang Ramadan berpotensi memberi tekanan terhadap inflasi daerah. Komoditas seperti ayam, cabai, dan beras merupakan penyumbang utama kelompok makanan dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh Badan Pusat Statistik.

“Kalau kenaikan terjadi serentak dan bertahan lebih dari satu bulan, dampaknya bisa terlihat pada inflasi bulanan. Ramadan memang periode musiman yang hampir setiap tahun memberi tekanan pada harga pangan,” ujar Wahyu, Kabid Disperinag Kota Batam.

Dengan tren yang ada, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Batam diperkirakan masih berpotensi fluktuatif hingga awal Ramadan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Posted in Batam and tagged , , .