KEPRI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu, 18 Februari 2026, didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan di sejumlah kabupaten dan kota.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 24–29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan relatif yang masih tinggi.
Berdasarkan rilis prakiraan cuaca harian BMKG, Kabupaten Bintan diprediksi berawan dengan suhu sekitar 26–27 derajat Celsius dan kelembapan 82–85 persen. Kabupaten Karimun berpotensi diguyur hujan ringan dengan suhu 26–28 derajat Celsius dan kelembapan 79–91 persen.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Lingga dan Kepulauan Anambas yang berpotensi mengalami hujan ringan sepanjang hari, dengan rentang suhu 24–29 derajat Celsius serta kelembapan yang dapat melampaui 90 persen. Sementara itu, Natuna cenderung berawan dengan suhu 24–29 derajat Celsius dan tingkat kelembapan hingga 96 persen.
Untuk wilayah perkotaan, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang juga diprakirakan mengalami hujan ringan pada 18 Februari 2026. Di Batam, suhu berkisar 26–29 derajat Celsius dengan kelembapan 72–87 persen. Adapun Tanjung Pinang memiliki kisaran suhu serupa dengan kelembapan sekitar 71–86 persen.
Selain prakiraan harian, BMKG turut memasukkan Kepulauan Riau dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode 17–23 Februari 2026.
Prakirawan BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara serta adanya perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) di sekitar perairan Kepri.
“Suplai uap air di lapisan bawah hingga menengah atmosfer masih cukup signifikan. Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar prakirawan BMKG Bandara Hang Nadim Batam.
Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi secara lokal dan tidak merata. Kondisi itu juga dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.
BMKG mengimbau masyarakat, termasuk pengguna transportasi laut dan udara, untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas. Kondisi atmosfer yang masih labil berpotensi memicu perubahan cuaca secara tiba-tiba. Warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan genangan air di kawasan dataran rendah apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

