Logistik Uang Lebaran di Wilayah Kepulauan, Tantangan BI Kepri 2026

KEPRI – Menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026, tantangan distribusi uang tunai di wilayah kepulauan kembali menjadi perhatian. Bagi Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, memastikan ketersediaan uang kartal bukan sekadar soal jumlah, tetapi juga soal kelancaran logistik antar pulau.

Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari tujuh kabupaten/kota dengan karakteristik wilayah tersebar membuat distribusi uang memerlukan perencanaan ekstra.

BI memproyeksikan kebutuhan uang kartal di Kepri selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026 mencapai Rp2,9 triliun, meningkat 38 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp2,1 triliun.

Lonjakan kebutuhan tersebut otomatis memperbesar tantangan distribusi, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang hanya dapat diakses melalui jalur laut maupun transportasi terbatas.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi menyeluruh agar distribusi uang berjalan aman dan tepat waktu.

“Kami memastikan kebutuhan uang masyarakat Kepulauan Riau selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026 dapat terpenuhi, baik dari sisi jumlah maupun pecahan.

Peningkatan proyeksi ini telah kami antisipasi melalui penambahan layanan penukaran serta penguatan sinergi dengan perbankan,” ujarnya, Selasa (13/2).

Untuk mendukung kelancaran tersebut, BI Kepri menyiapkan dana penukaran sebesar Rp94,2 miliar, melonjak 165,35 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp35,5 miliar.

Layanan penukaran akan diperluas melalui kas keliling, termasuk ke tempat-tempat ibadah, layanan terpadu bersama perbankan, serta loket kantor bank di berbagai daerah.

Distribusi uang kartal di wilayah kepulauan memiliki kompleksitas tersendiri. Selain mempertimbangkan faktor cuaca dan jadwal transportasi laut, BI juga harus menjaga aspek keamanan pengiriman serta memastikan kualitas uang layak edar tetap terjaga saat tiba di masyarakat.

Peningkatan kebutuhan uang tunai ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat saat mudik, serta tradisi berbagi selama Ramadhan dan Idulfitri.

Secara nasional, kebutuhan uang pada periode tersebut diperkirakan mencapai Rp185,6 triliun atau naik 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BI juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang di lokasi resmi yang disediakan BI dan perbankan. Selain tidak dipungut biaya, penukaran resmi menjamin keaslian dan kelayakan uang yang diterima masyarakat.

Dengan proyeksi kenaikan kebutuhan uang dan karakteristik wilayah yang tersebar, kesiapan logistik menjadi kunci agar perputaran uang selama Ramadhan dan Lebaran 2026 di Kepulauan Riau tetap lancar tanpa hambatan distribusi.

Posted in Batam, Kepri and tagged , .