Batam – Krisis air bersih yang melanda Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, masih belum sepenuhnya teratasi. Hingga hari ke-17 pelaksanaan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, pasokan yang tersalurkan kepada warga baru mencapai sekitar 64 persen dari total kebutuhan.
Berdasarkan data dari berbagai sumber yang didapat Media Indonesia, dari total kebutuhan sebanyak 79 trip mobil tangki air, baru 51 trip yang berhasil didistribusikan kepada masyarakat terdampak gangguan pasokan air.
Belum maksimalnya distribusi tersebut disebabkan keterbatasan armada mobil tangki air. Armada milik PT ABH harus dibagi untuk melayani sejumlah kecamatan lain di Kota Batam yang juga mengalami gangguan pasokan air bersih secara bersamaan.
Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan pihak kepolisian melakukan pengamanan ketat selama proses distribusi air berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembagian air berjalan tertib di tengah keterbatasan pasokan.
Personel kepolisian disiagakan di seluruh titik distribusi air bersih sejak pukul 08.00 WIB guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya saat warga mengantre di tengah keterbatasan pasokan air.
Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif agar proses distribusi berjalan tertib, adil, dan tepat sasaran. Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian juga bertujuan memberikan rasa aman kepada warga serta mencegah terjadinya kericuhan akibat antrean panjang.
“Kami berupaya memastikan setiap warga mendapatkan haknya sesuai jadwal dan tidak terjadi gesekan di lapangan. Distribusi dilakukan secara bergiliran dan dikawal petugas hingga selesai,” katanya, Senin (9/2).
Ia menambahkan, proses pendistribusian air bersih tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga dilanjutkan hingga tengah malam atau sekitar pukul 00.00 WIB. Hal tersebut dilakukan agar jangkauan distribusi dapat diperluas dan semakin banyak warga yang terlayani.
Dalam pelaksanaannya, pihak kepolisian turut berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat untuk mengatur urutan pembagian air kepada warga sesuai kebutuhan dan jumlah kepala keluarga. Meski pasokan air bersih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan harian masyarakat, pengamanan persuasif serta kehadiran unsur kewilayahan diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif hingga pasokan air melalui jaringan pipa kembali normal.

