Kebakaran Dahsyat Pabrik Swallow di Medan Sulit di Padamkan

MEDAN – Kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Km 6,5, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Peristiwa ini mulai terjadi pada Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam waktu singkat, api membakar habis bangunan pabrik yang banyak terbuat dari material mudah terbakar seperti karet mentah dan bahan kimia pelarut yang digunakan untuk memproduksi sandal dan produk karet lainnya. Petugas Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan telah mengerahkan lebih dari 15 unit armada, tetapi proses pemadaman terhambat oleh kemacetan jalan serta material karet yang sukar dipadamkan hanya dengan air biasa.

Hingga Rabu siang (28/1/2026), kobaran api dilaporkan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah lebih dari 13 jam berkobar. Banyaknya material karet dan bahan kimia yang mudah terbakar membuat si jago merah cepat merambat dan menghanguskan hampir 90% bangunan pabrik.

Warga di sekitar lokasi sempat panik akibat terdengarnya suara ledakan berulang kali dari area dalam pabrik saat api memuncak. Asap hitam pekat membubung tinggi hingga ke pemukiman warga. Beberapa warga dilaporkan mulai mengeluhkan sesak napas akibat polusi asap tersebut.

Pihak perusahaan melalui pernyataan resmi membantah isu adanya puluhan korban jiwa yang sempat beredar di media sosial. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah dan ratusan pekerja terancam kehilangan mata pencaharian.

Maya Novianty, HRD PT Garuda Mas Perkasa menegaskan bahwa banyak beredar cerita yang simpang siur tentang kecelakaan dan nasib pekerja waktu kejadian itu. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada karyawan yang sedang bekerja di pabrik Swallow pada waktu kebakaran terjadi.

“Saya paham bahwa situasi ini sulit, terutama karena baru dua bulan beroperasi kembali sejak kami harus dirumahkan akibat banjir. Di sini, kami bekerja dalam tiga shift. Namun, untuk shift ketiga, kami tidak bisa lagi beroperasi karena tempat kami sudah ditutup,” ucap Maya Novianty, HRD PT Garuda Mas Perkasa.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan mengerahkan puluhan armada untuk melokalisir api agar tidak merambat ke pemukiman warga yang padat di sekitar lokasi.

Posted in Nasional and tagged , .