Kesehatan -nJumlah kasus baru HIV/AIDS di Kota Batam menunjukkan penurunan sepanjang 2025. Meski demikian, target Three Zero—nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma—masih menjadi tantangan besar dalam pengendalian HIV/AIDS.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 671 kasus baru HIV/AIDS pada 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 822 kasus.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan penurunan kasus ini belum bisa membuat pemerintah daerah berpuas diri. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai target Three Zero.
“Penurunan ini tentu menjadi sinyal positif, tetapi tantangannya masih besar. Selama stigma masih ada, upaya pengendalian HIV/AIDS belum bisa optimal,” katanya, Selasa (27/1).
Ia menjelaskan, stigma dan diskriminasi masih menjadi faktor utama yang menghambat deteksi dini. Banyak masyarakat enggan melakukan tes HIV karena takut mendapat cap negatif dari lingkungan sekitar.
Akibatnya, tidak sedikit kasus HIV yang baru diketahui saat sudah memasuki tahap lanjut. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pasien, tetapi juga meningkatkan risiko penularan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Batam terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait HIV/AIDS. Pendampingan terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga dilakukan secara berkelanjutan agar pengobatan dapat dijalani secara rutin.
Selain itu, Dinkes Batam memperluas kerja sama dengan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas peduli HIV. Pemberdayaan ekonomi kelompok rentan juga menjadi bagian dari strategi pencegahan.
“HIV saat ini bukan lagi penyakit yang mematikan jika ditangani sejak dini dan diobati secara teratur,” ujarna.
Dinkes Batam mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV, menerapkan pola hidup sehat, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas stigma. Upaya menekan penularan HIV, kata Didi, membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

