Perang Jawa Dan Pecahnya Revolusi Belgia Tahun 1830

Perang Jawa yang juga biasa desebut dengan Perang Diponegoro merupakan salah satu bentuk perlawanan rakyat Jawa antara tahun 1825 sampai dengan 1830 yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro terhadap kolonialisme pemerintahan Hindia Belanda.

Dalam perang tersebut Belanda habis-habisan menggempur pasukan Pangeran Diponegoro, meskipun perang tersebut berlangsung selama 5 tahun, namun Belanda benar-benar dibuat kerepotan dengan taktik gerilya Pangeran Diponegoro.

Dan untuk menghadapi sengitnya perlawanan Pimpinan Pangeran Diponegoro, Belanda mengerahkan seluruh kemampuan perangnya, baik segi logistik maupun Infantri terbaik meraka terjunkan untuk melawan Perlawanan Pasukan Pangeran Diponegoro.  Dalam peperangan tersebut meskipun akhirnya Belanda memenangkan peperangan, namun mereka benar-benar kehabisan segalanya, baik tentara bahkan Kas Negara mereka sampai kosong dibuatnya.

Ternyata tidak hanya di jawa perlawanan terhadap Belanda,  perlawanan Pangeran Diponegoro berhasil mengguncang daratan eropa dengan munculnya revolusi di salah satu daerah koloni Belanda di sebelah Selatan Belanda, Belgia.

Revolusi Belgia pecah di Brussels pada 25 Agustus 1830 setelah pertunjukan opera nasionalis  “La Muette de Portici”, pergerakan revolusi Belgia itu sendiri dilandasi atas ketidakpuasan Agama, perbedaan bahasa dan keinginan atas otonomi.

Dari serangkaian perlawanan terhadap Belanda selama kurun waktu 2 bulan akhirnya Belgia meproklamasikan dirinya sebagai Negara merdeka pada 4 Oktober 1830 dan Leopold I menjadi raja pertama Belgia pada tahun 1831. Revolusi ini menandai berdirinya Belgia sebagai monarki konstitusional yang merdeka.

Meskipun pada awalnya Belanda tidak mengakui kemerdekaan Begia, namun pada akhirnya Belanda mengakui Kemerdekaan atas Negara Belgia pada Tahun 1839 dengan menandatangani Perjanjian London.

Posted in Opini and tagged , , , .

Seorang ahli akunting yang sangat senang dengan budaya dan musik. Dengan pergaulan yang luas serta suka bergelut di bidang jurnalistik.