BATAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang laut sedang hingga tinggi di sejumlah perairan Kepulauan Riau (Kepri) pada 8–10 Januari 2026. Kondisi tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya nelayan dan kapal tongkang.
Prakirawan BMKG menyampaikan bahwa potensi gelombang tinggi dipicu oleh penguatan angin monsun Asia yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan Kepri.
“Peningkatan tinggi gelombang di perairan Kepulauan Riau dipengaruhi oleh penguatan angin monsun Asia yang meningkatkan kecepatan angin, terutama di perairan terbuka,” ujar Prakirawan BMKG, Rabu (8/1/2026).
BMKG menjelaskan, pada 8 Januari 2026 gelombang laut kategori sedang berpotensi terjadi di Perairan Batam, Bintan, dan Karimun. Sementara gelombang lebih tinggi diperkirakan mulai terbentuk di Perairan Natuna Utara dan Anambas.
Memasuki 9 Januari 2026, potensi gelombang kategori tinggi diperkirakan terjadi di Perairan Natuna Utara, Anambas, dan Tambelan. Adapun Perairan Lingga dan sekitarnya diperkirakan mengalami gelombang sedang hingga tinggi.
“Wilayah perairan yang berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan, seperti Natuna Utara dan Anambas, memiliki potensi gelombang lebih tinggi dibandingkan perairan di sekitar Batam dan Bintan,” jelasnya.
Pada 10 Januari 2026, kondisi gelombang masih berfluktuasi. Gelombang sedang hingga tinggi diperkirakan tetap terjadi di Perairan Natuna Utara dan Anambas, sementara perairan Batam, Bintan, dan Karimun diperkirakan berada pada kategori sedang.
BMKG mengimbau nelayan tradisional, kapal kecil, serta kapal tongkang agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi keselamatan sebelum melaut.
“Nelayan dan operator kapal diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG dan menunda pelayaran apabila kondisi gelombang dinilai berisiko,” tambah prakirawan.
BMKG menegaskan, informasi cuaca laut dapat berubah sewaktu-waktu seiring dinamika atmosfer, sehingga masyarakat pesisir diminta tetap waspada selama periode angin monsun Asia berlangsung.

