Pemerintah Kota (Pemkot) Batam menetapkan penguatan sumber daya manusia (SDM) serta penuntasan persoalan sampah dan banjir sebagai prioritas utama dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra saat membuka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027 di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (6/1).
Amsakar menegaskan, persoalan sampah dan banjir harus menjadi perhatian serius seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat.
“Program prioritas boleh berjalan baik. Namun jika persoalan sampah dan banjir belum tuntas, manfaat pembangunan lainnya tidak akan dirasakan maksimal. Saya minta perhatian penuh, jiwa dan raga, untuk menyelesaikan ini,” katanya, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, Pemkot Batam saat ini tengah melakukan transformasi arah pembangunan. Jika sebelumnya pembangunan lebih difokuskan pada infrastruktur fisik, kini diarahkan secara seimbang pada peningkatan kualitas SDM.
Capaian tersebut terlihat dari penurunan angka kemiskinan di Kota Batam dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus meningkat hingga mencapai angka 83,80.
“Membangun tidak hanya soal fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Kami berkomitmen meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta bantuan sosial, termasuk bantuan bagi lansia dan beasiswa untuk warga hinterland,” ujarnya.
Dalam proses perencanaan pembangunan, Amsakar menekankan pentingnya sinkronisasi data antara Pemko Batam dan BP Batam guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan kedisiplinan aparatur pemerintah.
“Saya harap pimpinan OPD melakukan pembinaan secara intensif. Tidak ada lagi pola kerja lama atau setengah hati. Kita harus bertransformasi dan terbuka terhadap masukan masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan 15 proyek strategis tahun 2026 sebagai jembatan menuju RKPD 2027. Beberapa di antaranya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP di Botania, SD Negeri 011 Batam, pembangunan drainase di kawasan GMP Piayu, pembangunan rumah pompa banjir, serta pengadaan sarana persampahan seperti arm roll, compactor, dan bin container.
Selain itu, Pemko Batam juga merencanakan revitalisasi Gedung Beringin sebagai pusat budaya nusantara, pembangunan jalan lingkar utara, serta penguatan infrastruktur dasar di wilayah hinterland.
Forum Konsultasi Publik tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan Ranwal RKPD 2027 oleh para pemangku kepentingan, mulai dari Ketua DPRD Kota Batam, perwakilan Bappenas, Bank Indonesia, BPS, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
“Mari kita satukan hati agar Batam semakin maju, dengan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (jnk)

