Makanan ataupun minuman yang dikemas menggunakan kaleng maupun alat lainnya berawal dari sebuah pemikiran Jenderal Perancis Napoleon Bonaparte akan pentingnya logistic untuk mendukung berhasil atau tidaknya misi peperangan.
Ide itu muncul pada tahun 1795 saat pemerintah Perancis mendeklarasikan sebuah sayembara unik yang isinya dicari orang yang mampu mengawetkan makanan. Hadiah yang ditawarkan tak tanggung-tanggung, yakni uang sejumlah 12.000 franc (setara sekitar 167 juta dalam kurs rupiah saat ini).
Pada tahun 1800-an seorang koki Perancis bernama Nicolas Appert, memenangkan sayembara ini dengan metode memanaskan makanan dalam botol kaca yang disegel gabus dan lilin, yang berhasil mengawetkannya. Namun penemuan tersebut kurang maksimal dalam hal mendukung peperangan untuk keperluan tentara Perancis, prosesnya yang lambat dan wadah kaca sangant rentan saat proses pendistribusian ke medan perang.
Belajar dari ketidak efektifan Perancis mengolah makanan untuk di awaetkan, seorang ilmuman asal inggris mengembangkan teknologi pengawetan makanan menggunakan bahan timah yang dijadikan kaleng dalam kemasannya. Dan pasar utama yang memakai pengawet dari kaleng timah adalah tentara Angkatan Darat Inggris dan angkatan Laut Kerajaan Inggris, saat itu belum ada alat untuk membuka kaleng jadi tentara membuka kaleng menggunakan bayonet ataupun dengan batu.
Seiring dengan perkembangan teknologi pengawetan makanan barulah pada tahun 1930 teknologi telah maju hingga memungkinkan minuman dikemas dalam kaleng. Bir tersedia dalam kaleng sejak tahun 1935 diikuti oleh minuman soda, dengan keasaman dan tekanan yang lebih tinggi. Kunci teknologi untuk menyimpan minuman dalam kaleng adalah lapisan dalam, biasanya plastik atau terkadang zat lilin yang membantu menjaga rasa produk agar tidak rusak oleh reaksi kimia dengan logam.
Pada tahun 1959, seorang pria Amerika bernama Ermal Fraze menciptakan metode pembukaan kaleng yang kemudian mendominasi pasar minuman kaleng. Penemuan ini berdampak besar pada popularitas kaleng sebagai wadah minuman karena menghadirkan tingkat kenyamanan baru bagi konsumen sampai dengan sekarang.

