Rumah Warga Belakang Padang Ambruk Diterpa Angin dan Pasang Laut

Batam – Sebuah rumah panggung milik warga di Pulau Mat Belanda, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, ambruk akibat diterpa angin kencang dan pasang air laut.

Rumah tersebut diketahui milik Edy Mulyono, 71, dan istrinya, Nurhafisah, 71. Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat kondisi cuaca, Rabu (31/12) dini hari di wilayah pesisir Belakang Padang tengah dilanda angin kencang disertai pasang laut.

Berdasarkan keterangan warga setempat, bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu sudah dalam kondisi lapuk dimakan usia. Cuaca ekstrem yang terjadi semakin memperparah struktur bangunan hingga akhirnya roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pasca kejadian, korban terpaksa mengungsi dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sejumlah pihak turut memberikan perhatian dan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban.

Salah satunya datang dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam yang menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak musibah. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, saat meninjau lokasi kejadian.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan membantu memenuhi kebutuhan dasar sementara pascakejadian,” ujarnya, Rabu (31/12).

Sementara itu, Edy Mulyono mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan dan kepedulian semua pihak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga pesisir akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama bagi rumah-rumah panggung yang telah berusia tua dan rentan terhadap angin kencang serta pasang air laut. (din)

Posted in Batam and tagged , .

Orang Biasa - Journalists Association Member – Riau Islands Province · Senior Lecturer · Senior Correspondent.