Batam, Ekonomi – Di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Kota Batam justru menunjukkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen secara tahunan (year-on-year), dengan realisasi investasi menembus Rp54,7 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Batam di tengah dinamika global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi strategis nasional. Arus investasi yang tetap terjaga mendorong aktivitas industri, perdagangan, serta sektor logistik yang terus bergerak stabil.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil sinergi antara BP Batam, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Ini menunjukkan Batam tetap dipercaya dan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global,” katanya, Rabu (31/12).
Pertumbuhan ekonomi Batam ditopang oleh sektor investasi sebagai motor utama, diikuti oleh industri pengolahan, perdagangan, dan logistik. Aktivitas ekonomi riil yang terus berjalan dinilai menjadi indikator kuatnya fondasi ekonomi daerah.
Dari sisi penanaman modal, realisasi investasi hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp54,7 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan nilai investasi tertinggi di Indonesia.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai struktur investasi yang masuk ke Batam semakin sehat, terutama dengan meningkatnya penanaman modal dalam negeri.
“Meningkatnya investasi domestik menunjukkan kepercayaan pelaku usaha nasional terhadap ekosistem Batam. Rantai pasok lokal semakin kuat, industri pendukung tumbuh, dan nilai tambah semakin dinikmati di dalam negeri,” jelasnya.
Dukungan kebijakan Pemerintah Pusat juga menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi Batam. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan agar Batam diperkuat sebagai kawasan strategis nasional dan destinasi investasi unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyatakan bahwa arahan Presiden tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah strategis BP Batam ke depan.
“Batam diarahkan untuk berperan nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kami memastikan investasi yang masuk bersifat produktif, inklusif, serta berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fary.
Ke depan, BP Batam akan fokus mempercepat layanan investasi, menyederhanakan regulasi, serta memperkuat ekosistem usaha guna meningkatkan daya saing Batam di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan capaian positif sepanjang 2025, BP Batam optimistis Batam mampu menjaga momentum pertumbuhan pada 2026 dan terus memperkuat perannya sebagai kawasan strategis nasional yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. (rak)

