Pelaku Bisnis di Batam Meraih Untung Dari Melemahnya USD

Ekonomi,Batam – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (24/12) membawa angin segar bagi perekonomian Kota Batam. Sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional, Batam dinilai menjadi salah satu daerah yang diuntungkan dari pelemahan dolar AS yang terjadi secara global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.773 per dolar AS, seiring turunnya indeks dolar global akibat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini dinilai positif bagi Batam yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku dan mesin produksi.

Ekonom kota Batam Mustakim mengatakan, stabilitas dan penguatan rupiah memberi ruang bagi industri di Batam untuk meningkatkan efisiensi usaha.

“Sebagian besar industri di Batam masih berbasis impor, baik bahan baku maupun peralatan produksi. Penguatan rupiah tentu membantu menekan biaya, sehingga iklim usaha menjadi lebih kondusif,” ujarnya, Rabu (24/12).

Menurutnya, pelemahan dolar AS juga membuka peluang masuknya investasi asing baru ke Batam, terutama di tengah arah kebijakan moneter global yang mulai longgar.

“Ketika dolar melemah dan suku bunga global berpotensi turun, investor cenderung mencari kawasan dengan fundamental kuat. Batam, dengan status kawasan perdagangan bebas dan kedekatan dengan Singapura, memiliki daya tarik tersendiri,” tambahnya.

Dari sisi pelaku usaha, penguatan rupiah dinilai membantu menjaga margin perusahaan, meskipun masih bersifat terbatas. Direktur salah satu perusahaan manufaktur elektronik di Batam (simulatif) menyebutkan, fluktuasi kurs sangat berpengaruh terhadap struktur biaya industri.

“Setiap penguatan rupiah langsung terasa di biaya komponen impor. Meski tidak besar, ini cukup membantu arus kas dan perencanaan produksi,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa eksportir tetap perlu berhitung karena penguatan rupiah dapat membuat harga produk menjadi relatif lebih mahal di pasar global.

“Selama permintaan global masih stabil, dampaknya masih bisa ditoleransi. Yang penting kurs tidak bergejolak,” jelasnya.

Selain sektor industri, penguatan rupiah juga berpotensi menjaga stabilitas harga barang impor di Batam. Kota ini dikenal sebagai pusat distribusi berbagai produk elektronik dan konsumsi, baik untuk pasar lokal maupun regional. Stabilnya nilai tukar dinilai dapat menahan laju inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat.

Sektor pariwisata Batam pun diperkirakan tetap bergerak positif. Pelaku usaha perhotelan menilai stabilitas kurs lebih penting dibandingkan level nilai tukar itu sendiri. (rak)

Posted in Batam, Ekonomi and tagged , , .

Orang Biasa - Journalists Association Member – Riau Islands Province · Senior Lecturer · Senior Correspondent.