Opini – Berawal dari pertemuan kami di tempat kerja, dimana teman ku ini sempat tidak hadir bekerja selama bebrapa hari sebelumnya.
Terngiang di benak ku “apakah gerangan yang membuat dia tidak hadir”. Ketika ku bertanya kepada pembantu tempat temanku bekerja, jawaban nya “Bang Darman pulang kampung ngurusin jenazah anaknya yang baru saja meninggal!”.
Aku hanya terdiam mendengarkan kata kata itu dan hampir saja tidak percaya dengan apa yang disampaikan barusan.
Karena waktu itu aku masih ada tugas yang harus ku jalankan, maka tidak sempat aku perpanjangkan pembicaraan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Seminggu berlalu, ketika aku harus ke tempat bang Darman bekerja untuk mengantarkan mobil yang dipesan klien PT kami dan disana lah ku bertemu bang Darman yang baru saja mulai bekerja kembali.
Kami berdua yang bertugas mengantarkan mobil ke suatu tempat dan bang Darman pun mulai bercerita tentang kejadian yang baru saja menimpa keluarganya.
Kronologi kejadian kecelakaan disamapaikan bang Darman dengan penuh ketabahan hatinya ketika bercerita.
Pada hari naas yang menimpa anak sulungnya, bang Dirman berkata bahwa seperti biasa malam minggu sekitar jam 11 malam, anak sulung nya “reza” (nama kami samarkan) sedang asyik bermain game di hp nya.
Hp yang dipakai pun mulai berkurang daya(low batt) dan seperti biasanya, hp di cas dan reza pun sempat bersama mamanya bercerita sambil berbaring dikamar. Saat mamanya terlelap, reza pun berkata pada papanya bahwa dia “ingin keluar mencari angin segar di luar”, tutur bang Darman.
Terbangun dari tidur, istri bang Darman pun bertanya akan keberadaan reza kepada suaminya . Bang Darman menyahut dengan berkata “Keluar sebentar cari angin, pamit dia tadi”.
Memang ada keanehan yang di rasakan bang Darman pada hari itu karena biasanya, ketika reza cas HP dan akan ditinggal kalau keluar sebentar. Tapi tidak pada malam itu, ”aneh, reza bawa hp malam itu” kata bang Dirman.
Sekitar setengah jam dari berangkatnya Reza, istri bang Darman sempat telepon reza dan bertanya keberadaannya. “Ini lagi mau jalan pulang” kata reza.
Tanpa ada firasat apa pun, bang Darman pun tidak mencurigai akan kejadian yang akan menimpa reza. Beberapa menit setelah istri bang Darman menelepon reza, ada panggilan yang masuk dan panggilan itu dari hp reza.
Alangkan kagetnya pasangan suami istri ini ketika menerima telpon dari hp reza. Yang bicara adalah seorang personal patroli kepolisian sembari menyampaikan bahwa reza terlibat dalam kecelakaan di sekitar Jalan Raya Sukajadi – Batam Centre.
Reza pun di kejarkan ke rumah sakit terdekat dengan keadaan yang agak parah tetapi masih sadar. Kedua orang tua reza pun dengan segera berangkat ke rumah sakit di mana reza sedang ditangani.
Di ruang ICU tempat Reza di rawat, bang Darman sempat bertanya kepada Reza tentang kejadian kecelakaan yang reza alami. “ Maaf papa, mama, reza sudah merepotkan” tutur reza.
“Reza memang salah karena mengendarai motor dengan kencang”. Kejadian itu terjadi dimana sebuah mobil minibus sedang berputar arah dari “U-Turn” dan ketika mobil bergerak menuju jalur kiri “jalur pelan” kecelakaan tak terelakkan pun terjadi.
Reza sempat di rawat di ICU selama 4 hari sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir. Bang Darman hanya berkata dengan sedih “ Tuhan sudah menentukan batas usia yang harus di jalani anak sulung nya itu dan tidak ada apa pun yang bisa merubahnya”.
Pemakaman Reza di lakukan di tempat kelahiran bang Darman (Sumatera Barat). Bang Darman pun menerangkan kepada saya bahwa dia dan keluarga berencana di hari tua nanti akan pulang dan menetap di kampung. Itulah yang di sepakati keluarga bang Darman untuk memakamkan anak sulung nya di kampung halaman mereka.
Ini bukanlah sebuah cerita belaka, ketika salah satu anggota keluarga kehilangan nyawa di jalan, pilu yang mendalam merobek ketegaran hati yang mungkin tidak terungkap dengan kata kata.
Semoga pengalaman dari cerita ini bisa jadi peringatan bagi anak anak muda kita agar lebih berhati hati dan selalu patuh pada rambu rambu lalu lintas agar bisa menghindari dari kejadian yang tidak diinginkan.

