Efek Jepang ke Rupiah, Pelaku Industri Batam Masih Berhitung

Ekonomi – Penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi pada awal pekan dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi pelaku industri di Batam. Pergerakan rupiah yang masih rentan, dipicu sentimen global terkait potensi intervensi yen oleh otoritas Jepang, membuat pelaku usaha memilih bersikap hati-hati.

Pada perdagangan Senin (22/12/2025), rupiah tercatat menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun, penguatan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis, terutama bagi sektor industri dan manufaktur yang bergantung pada ekspor dan impor.

Pelaku industri di Batam menilai fluktuasi nilai tukar masih menjadi risiko utama. Sebagian besar kawasan industri di wilayah ini mengandalkan bahan baku impor, sementara produk akhirnya ditujukan ke pasar ekspor, termasuk Jepang dan negara-negara Asia lainnya.

Sentimen pasar global saat ini banyak dipengaruhi oleh kemungkinan intervensi valuta asing oleh pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen. Isu tersebut menahan laju penguatan dolar AS, namun belum sepenuhnya memberikan kepastian arah bagi mata uang kawasan, termasuk rupiah.

“Kondisinya masih belum stabil. Penguatan rupiah sangat tipis, jadi kami belum berani mengubah strategi produksi atau kontrak ekspor,” ujar salah satu pelaku industri elektronik di Batam.

Ia menambahkan, jika Jepang benar-benar melakukan intervensi dan yen menguat secara konsisten, peluang ekspor ke Jepang bisa menjadi lebih menarik. Namun hingga kini, perusahaan masih memilih untuk menghitung ulang biaya dan risiko nilai tukar.

Sikap serupa juga terlihat dari pelaku usaha di sektor logistik dan galangan kapal. Mereka menilai kepastian nilai tukar sangat penting, terutama untuk kontrak jangka menengah dan panjang.

Pengamat ekonomi di Batam menilai, dampak sentimen Jepang terhadap perekonomian lokal masih bersifat tidak langsung. Efek nyata baru akan terasa apabila terjadi perubahan signifikan pada pergerakan yen dan dolar AS, yang kemudian diikuti stabilitas rupiah.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas industri di Batam diperkirakan tetap berjalan normal, namun ekspansi dan investasi baru cenderung ditahan hingga arah pasar global lebih jelas. (mer)

Posted in Ekonomi and tagged , , , .

Orang Biasa - Journalists Association Member – Riau Islands Province · Senior Lecturer · Senior Correspondent.