Jagung Pipil Gunung Putri Jadi Harapan Baru Petani Natuna

Natuna – Kepri – Jagung pipil yang dikembangkan kelompok tani di Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, menjadi harapan baru bagi petani lokal di Kabupaten Natuna. Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber air, panen perdana dari lahan seluas dua hektare mampu menghasilkan sekitar 14 ton jagung pipil.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan alat pertanian, benih, pupuk, hingga perbaikan infrastruktur air.

“Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap program penanaman jagung ini. Kami ingin pertanian jagung bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya, Rabu (17/12).

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan menyalurkan bantuan benih dan alat pertanian melalui kelompok tani sesuai mekanisme yang berlaku.

Pada 2025 mendatang, Pemkab Natuna berencana menyalurkan dua unit alat pemipil jagung. Selain itu, distribusi benih dan pupuk akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Cen juga menyoroti tantangan geografis Natuna yang berdampak pada biaya produksi dan distribusi hasil panen. Saat ini, Bulog menampung jagung pipil petani dengan harga Rp6.400 per kilogram, disesuaikan dengan kadar air.

“Kami akan menyurati Bulog agar harga jagung petani Natuna bisa lebih baik, mengingat kondisi geografis Natuna berbeda dengan daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, kendala utama yang masih dihadapi petani adalah keterbatasan pupuk, khususnya pupuk NPK 16 yang belum masuk dalam skema subsidi. Harga pupuk tersebut saat ini mencapai sekitar Rp900 ribu per sak, sementara subsidi yang tersedia masih terbatas pada pupuk urea dan ponska.

Untuk mengatasi persoalan air, pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Saat ini, dua titik sumur bor sedang dikerjakan di kawasan pertanian Gunung Putri dan ditargetkan rampung pada akhir Desember.

“Selama ini pertanian masih sangat bergantung pada hujan. Kalau hujan ada, aman. Kalau tidak, menjadi masalah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cen juga mengapresiasi dukungan Polres Natuna dalam mendukung program ketahanan pangan. Ke depan, pemerintah daerah mendorong perluasan lahan jagung hingga lima hektare agar produksi terus meningkat.

Panen jagung pipil di Desa Gunung Putri dikelola oleh BUMDes Putri Bertuah yang telah menjalin kerja sama dengan Bulog sebagai mitra penyerapan hasil panen petani. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Natuna. (jok)

caption: Panen perdana jagung pipil di Desa Gunung Putri. Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama petani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan.

Posted in Kepri and tagged , , , , , .

Orang Biasa - Journalists Association Member – Riau Islands Province · Senior Lecturer · Senior Correspondent.