Akhir Tahun Musim Hujan, Banjir jadi Langganan Batam

Memasuki penghujung tahun 2025, Kota Batam menghadapi tantangan klasik akibat fenomena cuaca musiman. Sebagai wilayah kepulauan yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur, perpaduan antara curah hujan tinggi dan perubahan tata guna lahan meningkatkan risiko genangan air serta banjir di titik-titik vital.

Hingga Desember 2025, Pemerintah Kota Batam mencatat adanya 105 titik rawan banjir yang tersebar di berbagai wilayah. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) juga menyoroti 53 kawasan utama yang memiliki risiko genangan tinggi.

Berikut adalah daftar lokasi rawan banjir di Batam berdasarkan data tahun 2025:

  • Batam Kota & Batam Center

Kawasan ini menjadi salah satu yang paling terdampak oleh hujan deras di akhir tahun 2025:

Perumahan: Marbella, Taman Raya, dan Pesona Asri (Batam Kota).

Jalan Raya: Jalan Raya Botania 1, Jalan Tengku Sulung (Simpang Cikitsu hingga bundaran SMAN 3), dan Jalan Sekolah Mondial.

Lainnya: Perumahan Orchid Park, kawasan Sei Nayon, dan ruko di area Pasir Putih.

  • Lubuk Baja & Batu Ampar

Simpang Grand Mall Baloi: Titik langganan banjir yang sering menghambat arus lalu lintas.

Jalan Yos Sudarso: Area strategis di Batu Ampar yang kerap terendam.

Jodoh & Kampung Seraya: Masuk dalam daftar prioritas pemantauan

  • Batu Aji, Sagulung, & Sekupang

Jalan Utama: Jalan R. Suprapto (depan Perum Pemda Batu Aji), Jalan Diponegoro (Sei Temiang), dan Jalan Brigjen Katamso.

Kawasan Marina: Jalan Marina City dengan genangan yang mencapai setengah ban motor.

Lainnya: Tiban Centre dan kawasan pemukiman di sekitar Sagulung.

  • Kawasan Pesisir (Rawan Banjir Rob)

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob sepanjang tahun 2025, terutama pada periode Mei, September, dan Desember. Wilayah yang paling berisiko meliputi:

Pesisir Batu Ampar dan Bengkong Sadai.

Kawasan pesisir Nongsa (termasuk Perumahan Green Nongsa City).

Wilayah Sekanak Raya dan Pulau Kasu

  • Penanganan Banjir Rob –

Menanggapi siklus pasang air laut di bulan Desember 2025 ini, BPBD Batam secara aktif mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Rob (berlaku 4–13 Desember 2025) dan menginstruksikan tim evakuasi untuk bersiaga di kawasan pesisir.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjadikan penanggulangan banjir sebagai salah satu dari 15 program prioritas di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra pada tahun 2025.

Wali Kota Amsakar Achmad, mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi di akhir tahun 2025. Beliau juga menyoroti penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukan sebagai salah satu pemicu munculnya titik banjir baru.

Wakil Wali Kota, Li Claudia ChandraWakil juga menegaskan bahwa penanganan banjir adalah prioritas utama demi keselamatan warga. Ia mendorong sinergi antara Pemko Batam dan BP Batam untuk menyelesaikan proyek drainase di lima titik krusial secara serentak.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air(DBMSDA) menyatakan telah mengidentifikasi akar masalah di 105 titik banjir untuk memastikan intervensi teknis yang dilakukan tepat sasaran. (Debby)

Posted in Batam and tagged , .