Batam – Koperasi Konsumen Karyawan PT Rubycon Indonesia Sejahtera di Kota Batam mencatat peningkatan kinerja usaha setelah mendapatkan pendampingan transformasi tata kelola dan administrasi digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai pada tahun 2025 oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Galileo, yang diketuai oleh Daris Purba, dengan anggota Asih Purwana Sari dan Elli Widia, serta melibatkan mahasiswa Bastian Zebua dan Nur Melly Agustina sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian (experiential learning).
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan, di mana pengurus koperasi tidak diberikan aplikasi siap pakai, tetapi dibekali keterampilan untuk membangun dan mengelola sistem administrasi digital secara mandiri menggunakan platform Google Workspace. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan karena menumbuhkan kemandirian dan rasa kepemilikan terhadap sistem yang digunakan.
Sebelum program dilaksanakan, koperasi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis, pencatatan administrasi yang dilakukan secara manual, serta rendahnya transparansi laporan keuangan. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya kinerja dan pelayanan koperasi kepada anggota.
Ketua Koperasi Konsumen Karyawan PT Rubycon Indonesia Sejahtera, Faizul Idris, mengungkapkan bahwa pendampingan yang diberikan membawa perubahan yang nyata bagi koperasi.
“Sebelum adanya pendampingan, koperasi kami masih berjalan belum optimal, baik dari sisi kinerja maupun tata kelola. Setelah mengikuti program ini, kami merasakan peningkatan yang cukup signifikan, yang terlihat dari sistem kerja yang lebih tertata, tata kelola yang lebih baik, serta peningkatan laba dan kinerja koperasi secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam kurun waktu tiga bulan setelah implementasi program, koperasi mencatat peningkatan laba sekitar 48,34 persen, yang menjadi indikator awal keberhasilan transformasi tata kelola dan administrasi digital yang dilakukan.
Ketua tim pengabdian, Daris Purba, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari capaian kegiatan. “Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi terlibat langsung dalam proses pendampingan, analisis kebutuhan, hingga implementasi sistem, sehingga memperoleh pengalaman nyata di lapangan,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi pada koperasi dan UMKM lain, khususnya yang ingin melakukan transformasi digital secara bertahap, inklusif, dan berbiaya efisien, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan.

